Panduan Fotografi #8 – Menguasai Eksposur Pada Foto Langit

Daftar Isi Panduan Fotografi

Setelah sebelumnya mengangkat bahasan mengenai eksposure pada foto landscape secara umum, kali ini bagaimana menguasai eksposur pada foto langit yang cukup challenging. Seri panduan fotografi ini disertai gambar infografis atau cheatsheet yang mudah dipahami, diambil dari berbagai sumber dan bermacam kategori.

Infografis di artikel ini menjadi hak cipta pembuatnya dan selalu kami sertakan sumber referensinya di bagian bawah. Seri ini selalu diupdate secara bertahap hingga lengkap semuanya. Semoga dengan infografis menarik ini bisa membuat belajar fotografi semakin mudah.

Menguasai Eksposur pada Foto Langit

Apa itu eksposur sudah sering dijelaskan jadi tidak akan kami ulang, silahkan lihat artikel-artikel sebelumnya. Teknik untuk menentukan eksposur adalah metering atau mengukur tingkat eksposur, lebih detail bisa dibaca di artikel ini.

Mengambil foto langit sering mengalami masalah over-expose karena perbedaan cahaya yang cukup kontras, terutama jika dikombinasikan dengan foto daratan. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk memahami bagaimana untuk mendapatkan eksposur yang pas.

Contoh Filter Graduated ND, Image Credit : martinlawrencephotography.com

Contoh Filter Graduated ND, Image Credit : martinlawrencephotography.com

Pertama cek apakah langit lebih terang daripada landscape (daratan), jika iya maka cara paling mudah adalah menggunakan filter ND (Neutral Density) yang gradual. Ada dua jenis filter graduated ND yaitu hard dan soft. Jika horison antara langit dan daratan cukup lurus gunakan ND gradual yang hard, sebaliknya jika horison cukup dinamik gunakan yang soft.

Untuk awal gunakan ND grad 1-stop, pastikan gradasi filter pas dengan horison/cakrawala. Ambil contoh foto dan cek histogram apakah di sebelah kanan grafik penuh dan menurun gradual (tapers, tanpa clipping) atau naik tajam dan ada yang terpotong (clipping). Jika masih clipped artinya masih over-expose, gunakan ND grad 2-stop dan ulangi lagi percobaan dan jika belum memuaskan dengan ND grad 3-stop. Lakukan seterusnya hingga mendapatkan grafik histogram terbaik. Berikut berbagai contoh hasil histogram, clipping artinya akan mengalami over atau under tergantung dimana terjadinya, usahakan tidak ada clipping.

Histogram, Image Credit : Adobe

Histogram, Image Credit : Adobe

Jika grafik histogram tidak ada yang clipped artinya sudah OK, tidak over-expose dan dynamic range dapat yang terbaik, highlight atau bagian yang terang akan mendapat detail yang cukup.

Bagaimana jika tidak memiliki filter ND ? Untuk ini ada beberapa cara. Fokuskan pada langit dan abaikan porsi daratan dulu, naikkan shutter speed 1-stop dan ambil foto untuk menggelapkan langit. Usahakan sampai mendapatkan hasil histogram tanpa clipping, jika masih maka naikkan shutter speed 1-stop lagi. Kemudian foto dengan ekspos daratan. Setelah itu lakukan pengolahan menggunakan teknik layer dan layer masks untuk mengkombinasikan kedua foto menggunakan software pengolah gambar seperti Photoshop atau GIMP.

Terakhir jika kondisi langit tidak terlalu terang dan memiliki tingkat cahaya yang kira-kira sama dengan darat, maka gunakan panduan fotografi no 7 yaitu eksposur foto landscape secara umum. Sekali lagi yang paling penting adalah mendapatkan histogram yang tidak ada clipping.

Teknik Fotografi : Ekspos Pada Langit

Teknik Fotografi : Ekspos Pada Langit

Source : www.techradar.com


Lazada Indonesia

3 Comments

  1. Pingback: Panduan Fotografi #7 - Eksposur Pada Foto Landscape

  2. Pingback: Panduan Fotografi #2 - Menguasai Setting Kamera dan Memahami Efeknya

  3. Pingback: Panduan Fotografi #9 - Teknik Fotografi Pada Air Mengalir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *