Mengenal Landscape Photography

Mengenal Landscape Photography
Credit Alif Ngoylung@shbabalif

Landscape Photography adalah salah satu jenis fotografi yang menangkap pemandangan alam dengan sudut pandang yang luas. Di artikel ini akan menjelaskan secara detail bagaimana foto landscape termasuk sekilas tentang alat-alat yang dibutuhkan dan tekniknya secara umum. Ini adalah langkah awal bagi Anda yang sedang belajar fotografi dan sedang memahami tentang apa itu landscape.

Fotografi pemandangan atau foto landscape menampilkan ruang-ruang di dunia ini yang luas dan tak berujung. Foto lanskap umumnya akan menampilkan alam karena masuk dalam kategori nature photography (lihat di artikel Jenis-Jenis Fotografi). Tetapi tak jarang sebenarnya banyak foto landscape yang juga menampikan benda atau bangunan buatan manusia.

Salah satu ciri lain landscape photography adalah minimnya atau bahkan hampir tidak adanya unsur manusia yang beraktifitas di dalamnya. Kosong dari manusia dan murni hanya alam saja dengan subjek seperti bentukan lahan, cuaca dan cahaya sekitar yang sangat jelas.

Motivasi Fotografi Landscape

Motivasi utama fotografer sebenarnya sama dengan para pelukis, menyukai keindahan dan ingin mengabadikan keindangan tersebut dengan caranya masing-masing, dalam hal ini keindangan alam disekitarnya.

Ada juga yang menggeluti fotografi landscape karena termotivasi untuk menghargai keindahan dan kelestarian lingkungan alam. Contoh yang berhasil adalah William Henry Jackson di abad ke-19 mampu meyakinkan Kongres untuk membuat cagar alam Yellowstone di Amerika Serikat dari kumpulan foto-fotonya.

Fotografer terkenal Ansel Adams yang masyhur dengan foto alam hitam-putihnya menerima penghargaan terkait konservasi dan medali dari Presiden sebagai pengakuan atas pengaruh karyanya pada pelestarian hutan belantara dan menumbuhkan kesadaran lingkungan.

“Photography is like exploring a new dimension, only I can go there but I can show you where I’ve been.”

― Destin Sparks

Ada juga yang mengambil landscape karena kebetulan sedang bepergian jauh dan ingin menjadikan kenangan atau dokumentasi tempat-tempat yang dikunjungi. Kemudian menunjukkan kepada orang lain bagaimana dimensi yang telah ia kunjungi. Dan tentu saja ada juga yang motivasinya komersial yang biasa dilakukan oleh para fotografer profesional.

Subjek Landscape Photography

Landscape photography umumnya akan memasukkan ke dalam foto unsur-unsur alami hamparan tanah, pegunungan, langit dan perairan di kejauhan. Waktu pengambilannya dilakukan pada saat siang hari saat cahaya matahari masih melimpah untuk mendapatkan pencahayaan yang maksimal. Meski tak jarang bisa dilakukan pada pagi, sore atau malam hari dengan teknik yang lebih sulit, tetapi hasilnya umumnya lebih dramatis.

“The horizon is the fine line between golden hour and blue hour.”

― Destin Sparks

Foto pemandangan yang memiliki unsur buatan manusia seperti ladang, kebun dan arsitektur, dapat dianggap masuk kategori jenis fotografi “landscape”, asal dengan porsi yang tidak dominan dibandingkan unsur alamnya.

Kerancuan kategorisasi ini juga muncul ketika tampil satwa liar di dalam fotografi landskap. Apakah itu masuk fotografi wildlife atau landscape ? Seringnya foto landspcape yang tumpang tindih dengan aktivitas satwa liar tidak perlu menjadi persoalan, selama foto yang diambil baik dan memberikan makna karena kedua elemen bisa bekerja sama.

Fotografer Lanskap Terkenal

Beberapa fotografer pemandangan landscape yang terkenal adalah sebagai berikut. Untuk detail sejarah biografinya silahkan digoogling sendiri ya.

  • Ansel Adams (Amerika)
  • Colin Prior (Inggris)
  • Thomas Heaton (Inggris)
  • Michael Kenna (Inggris)
  • Michael Shainblum (Amerika)
  • Daniel Kordan (Rusia)
  • Takeshi Mizukoshi (Jepang)

Teknik Dan Peralatan Foto Landscape

Fotografi lanskap biasanya membutuhkan peralatan fotografi yang relatif lebih sederhana dibandingkan misalnya fotografi wedding atau wildlife yang membutuhkan pencahayaan buatan atau lensa yang premium.

Mengenal Landscape Photography
Credit Andrew Neel@andrewtneel

Dengan peralatan yang lebih lengkap atau canggih memang dapat memberikan berbagai kemungkinan yang lebih luas bagi seni foto landscape. Tetapi sebenarnya mata sang fotografer-lah yang menjadi penentu utama, sedangkan kamera dan peralatan yang digunakan menjadi faktor penentu berikutnya.

Kamera

Hampir semua jenis kamera baik — biasa atau canggih, film atau digital, DSLR atau mirrorless, poket biasa atau kamera untuk antusias — dapat dengan digunakan untuk fotografi landscape. Yang perlu jadi catatan, subjek foto alam membutuhkan detail untuk menampilkan keindahannya.

Sehingga kamera digital beresolusi tinggi dan format lebih besar (full frame, medium format) memungkinkan menangkap lebih banyak detail dan memiliki nilai artistik yang lebih luas.

Lensa

Karena landscape umumnya menampilkan ruang terbuka yang luas, maka secara natural lensa wide yang dibutuhkan, memungkinkan memasukkan sebanyak mungkin POI ke dalam frame foto.

Kadang efek distorsi lensa tele juga bisa menampilkan citra foto alam yang unik yang tidak bisa diambil dengan lensa wide. Hasilnya tak kalah memuaskan. Memungkinkan fotografer untuk memilihi scoupe area pemandangan yang lebih sempit dan terperinci dari jarak pengambilan yang lebih jauh.

ISO Film atau Digital

Foto alam cenderung mudah menampilkan noise terutama jika melibatkan subyek langit dan awan. ISO atau sensitivitas cahaya dari medium — baik film atau sensor kamera digital — sangat penting dalam fotografi lanskap.

Jika membutuhkan detail foto yang tinggi maka pastikan menggunakan “film lambat” atau dengan kata lain ISO rendah. Biasanya diangka ISO 100 atau mungkin 200 umumnya lebih disukai. Bahkan ada yang menyediakan native ISO 50, memungkinkan untuk menangkap gambar dengan warna yang dalam tanpa noise.

Shutter Speed dan Aperture

Ini adalah teknik dasar fotografi yang paling penting. Bagaimana efek kedua parameter ini terhadap ketajaman foto.

Landscape Photography cenderung menampilkan semua area foto dalam fokus yang tajam. Ini biasanya memerlukan aperture kecil. F-stop antara f/11 dan f/13 adalah yang terbaik untuk kejelasan dan ketajaman semua bidang pandang dalam foto. Untuk shutter speed bisa mengikuti yang penting foto tidak under atau over-expose.

Beberapa teknik foto landscape terkait dengan exposure :

Komposisi

Komposisi menjadi jantung dari semua jenis fotografi termasuk fotografi landskap. Komposisi adalah bagaimana sang fotografer melukis, merangkai atau menempatkan subyek-subyek dunia luar ke dalam satu bingkai foto. Ada banyak teknik komposisi, baca disini untuk dasar-dasarnya.

Teknik foto landscape terkait dengan komposisi :

Filter

Filter dapat melayani berbagai tujuan dalam fotografi lanskap, tetapi sifatnya sekunder bukan sesuatu yang wajib. Beberapa contoh misalkan filter polarisasi dapat menggelapkan langit tetapi tetap mempertahankan obyek di foreground tetap cerah dan tajam.

Mengenal Landscape Photography
Credit Rowan Heuvel@insolitus

Filter polarisasi juga membantu mengurangi silau dari air dengan mengurangi pantulan dari salju dan es atau sungai. Contoh di atas adalah foto dari filter infrared kemudian di post-processing menghasilkan efek daun memutih seperti salju.

Kesimpulan

Fotografi landscape merupakan salah satu fotografi yang relatif mudah dipelajari bagi fotografer pemula. Dengan peralatan yang ada dan pemahaman teknik fotografi dasar, serta mau melakukan percobaan atau latihan terus menerus, seseorang akan dengan mudah mendapatkan foto lanskap yang indah dan menakjubkan.

Kemampuan itu akan terus menerus ada dan berikutnya menjadi insting bawah sadar, cepat baginya untuk mengetahui sudut pemandangan alam yang cantik untuk diabadikan.