Apa Itu Human Interest Photography, Konsep dan Tips

Foto Human Interest, School Time
Kampala, Uganda – School time, Credit : bill wegener@wegenerb

Apa itu human interest photography menjadi pertanyaan yang banyak dikeluarkan oleh para fotografer pemula. Pertama mereka mungkin karena tergerak hatinya ketika melihat foto-foto manusia yang tampak hidup. Kedua tentu mereka ingin agar bisa menguasai teknik fotografi human interest.

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan secara lengkap apa itu human interest photography dan elemen-elemen yang menyusunnya. Semoga bermanfaat.

Arti Human Interest Photography ?

Sangat sulit membedakan perbedaan antara fotografi human interest dengan foto portrait biasa. Tetapi sebenarnya hampir sama. Human interest photography adalah jenis jenis fotografi yang menampilkan manusia dengan hubungan emosi dan simpati yang dalam. Memang ada beberapa sub kategori lagi di dalam fotografi human interest seperti yang sudah dijabarkan di artikel induk jenis-jenis fotografi populer.

Dalam artikel tersebut fotografi human interest dibagi menjadi antara lain street photography, portrait photography, foto jurnalistik, wedding photography dan sport photography. Meski ada yang berpendapat bahwa human interest ada di bawah foto jurnalistik.

Meski terdiri banyak sub kategori, tetapi kebanyakan foto human interest menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah atau di daerah urban karena lebih mudah mengambil emosi. Tetapi sebenarnya tidak terbatas pada subjek kelas bawah saja, potret keberhasilan kelas atas juga bisa masuk kategori human interest.

Jadi fitur utama dari human interest photography adalah :

  1. Subyek manusia
  2. Membawa pesan emosi (bisa keprihatinan atau prestasi)
  3. Berharap simpati pemirsa

Dengan mengetahui hal tersebut, seorang fotografer harus berusaha memasukkan unsur-unsur di atas ke dalam foto human interest-nya.

Disini kita tidak akan membahas secara teknis, karena nanti akan dibahas detail di sub kategori masing-masing. Fokus artikel ini adalah lebih ke arah pemahaman konsepnya.

Macam Human Interest Fotografi

Kedekatan Dengan Subyek Foto HI

Jarak dengan subyek fotografi human interest memang penting, tetapi yang perlu diingat adalah baik jauh ataupun dekat, teknik fotografi tidak boleh dilupakan. Komposisi, exposure harus bisa menghasilkan foto yang membawa pesan yang ingin disampaikan.

Human interest ini soal menangkap gerak dan ekspresi manusia, maka kecepatan pengambilan keputusan dalam decisive moment sangat penting. Mengapa ? Ya karena gerak dan ekspresi manusia tersebut diluar kontrol kita.

Ambil Foto Lebih Dekat

Jika jarak terlalu jauh apa yang nanti akan terlihat di foto dan apa yang ingin disampaikan ? Kesalahan umum yang dibuat oleh fotografer human interest adalah bahwa mereka secara fisik tidak cukup dekat dengan POI atau subjek foto.

Human Interest Close
Ambil foto dari jarak dekat, Credit : Daniel Angele@danangele

Artinya POI — subjek — hanya tampil mengambil porsi yang sedikit dari frame foto, terlalu kecil untuk memberikan makna. Biasanya hal ini karena fotografer pemula terlalu malu untuk mendekati. Mendekatlah lebih dekat dengan subyek foto human interest.

“If your pictures aren’t good enough, you’re not close enough.”

– Robert Capa

Jangan Malu Mengambil Foto

Jika Anda mendekati orang dengan cara yang tidak terlalu offensive, biasanya subyek malah akan senang jika fotonya dibuat. Ini yang menjadi tugas Anda untuk memecahkan kebekuan dan membuat mereka mau bekerja sama.

Cobalah untuk bercanda dengan mereka. Beri tahu mengapa Anda ingin membuat foto mereka. Untuk awal-awal bisa berlatih dengan orang yang Anda kenal agar merasa lebih percaya diri. Ini yang harus pecah telur terutama bagi fotografer introvert yang ingin mengambil human interest photography.

Jika suasana sudah cair, pengambilan posisi untuk memotret bisa dengan mudah dilakukan. Hal ini penting karena bisa menambah pemahaman tentang subjek foto Anda. Misalkan posisi dalam ruangan tempat seseorang tinggal atau bekerja, rumah mereka, jalan kota tempat mereka berjalan, tempat mereka mencari udara — atau apa pun itu.

Tempat hidup mereka menyediakan informasi tentang keseharian mereka dan memberi tahu kita sesuatu tentang kehidupan mereka. Inilah salah satu bagaimana memberi makna pada foto human interest photography.

Candid

Anda mungkin ingin membuat foto-foto orang yang melakukan kegiatan ekonomi mereka — misal di pasar, kerumunan di acara olahraga, antrean di teater. Agar terlihat alami maka sebaiknya mereka tidak sadar saat difoto, ini namanya candid. Kadang mereka akan melihat Anda sebentar, terus mengabaikan karena harus fokus pada kegiatan yang dilakukan.

Ada beberapa cara agar tidak mengganggu saat kita melakukan candid.

  • Pertama tentukan apa yang ingin difoto, misalnya ada sebuah kios di pasar yang sangat berwarna menarik, atau bangku taman yang klasik, apapun yang menarik
  • Berdiri atau duduk di tempat yang akan mendapat framing atau komposisi yang bagus. Tinggal, tunggulah di sana
  • Elemen-elemen manusia akan lewat, silih berganti datang menyatu dalam frame gambar Anda
  • Ambil beberapa foto untuk nanti dapat diseleksi mana yang terbaik
Candid and Compose, Credit : Raychan@wx1993
Candid and Compose, Credit : Raychan@wx1993

Jika Anda menggunakan lensa tele dan agak jauh dari subjek Anda, mungkin orang-orang tersebut tidak akan memperhatikan Anda. Tetapi jika cukup dekat, mereka akan membuat adegan yang tidak alami, misalnya memandang kamera, tersenyum, melambai. Unsur candid-nya tidak dapat.

Cara lain untuk tidak mengganggu adalah berada di suatu tempat cukup lama, misalnya di cafe, sehingga orang-orang akan berhenti memperhatikan Anda. Pesanlah kopi dan tunggu. Saat mereka asyik mengobrol atau membaca koran, angkat kamera dengan tenang dan ambil foto dengan cool.

Tetapi jangan terus menembak sehingga membuat mereka tidak nyaman. Bisa juga letakkan kamera di atas meja dengan lensa wide yang mengarah ke subjek Anda dan cukup tekan shutter ketika waktunya tepat.

Antisipasi Perilaku Manusia Saat Mengambil Foto Human Interest

Elemen penting dalam fotografi human interest adalah mengetahui subjek orang dengan cukup baik sehingga kita bisa mengantisipasi apa yang akan mereka lakukan. Apa yang akan terjadi.

France. Paris. Place de l’Europe. Gare Saint Lazare. 1932. Photograph: Henri Cartier-Bresson/Magnum Photos
France. Paris. Place de l’Europe. Gare Saint Lazare. 1932. Photograph: Henri Cartier-Bresson/Magnum Photos

Jika Anda menunggu sampai melihatnya sedang melakukan adegan, maka sudah terlambat. Ini yang dinamakan dengan decisive moment.

Kuncinya adalah memperhatikan subyek dengan cermat. Kamera pastikan sudah siap. Atur apertur dan kecepatan shutter terlebih dahulu sehingga Anda tidak perlu setting saat akan memotret. Lihat dan perhatikan subyek melalui jendela bidik.

Jika Anda memperhatikan, Anda akan merasakan apa yang akan terjadi.

Memahami Kebiasaan Orang

Kita bisa memahami sifat manusia dan menyadari bagaimana orang biasanya bereaksi dalam situasi tertentu. Jika seseorang duduk di kafe dia biasanya akan melihat ke atas ketika pelayan mendekat.

Orang-orang umumnya akan tersenyum ketika mereka melihat bayi atau bertemu orang yang dikenal.

Pikirkan tentang situasi yang akan difoto dan bagaimana orang-orang akan bertindak di dalamnya. Kemudian persiapkan diri Anda untuk saat ini.

Candid Dengan Persetujuan

Candid dengan persetujuan dari subyek foto, dibuat ketika fotografer aktif terlibat dengan subjek dan subjek sadar akan keterlibatan ini, hasilnya sangat berbeda.

Foto-foto adalah catatan atau ingatan tentang hubungan fotografer dengan subjeknya. Hubungannya bisa jelas, misal subjek melihat langsung ke kamera seakan berkomunikasi atau hubungan yang samar, tersirat karena gambar terasa lebih alami.

Foto dapat memberikan rasa bahwa fotografer secara fisik dekat dan berhubungan dengan subjek secara sadar.

Melibatkan Subjek Anda

Di sinilah kita harus belajar untuk mengatasi rasa malu kita saat mendekati orang secara terbuka dan ramah. Terangkan tentang siapa Anda dan apa yang ingin Anda lakukan. Jangan langsung masuk ke adegan dengan kamera Anda menyala.

Bahkan, lebih baik tinggalkan kamera Anda di tas ketika Anda pertama kali mendekati orang, agar tidak ingin membuat mereka takut. Luangkan waktu untuk membangung percakapan. Pikirkan bagaimana perasaan Anda jika seseorang mendekati Anda dan ingin membuat foto.

Keterlibatan subyek foto akan membuat foto Anda semakin hidup.

“There are always two people in every picture: the photographer and the viewer.”

– Ansel Adams

Budaya yang Tidak Anda Kenal

Salah satu kunci sukses dalam memotret kultur atau budaya yang tidak Anda kenal adalah melakukan sebanyak mungkin riset sebelum melakukannya.

Tibet, Credit : @heping
Tibet, Credit : @heping

Cari tahu apakah ada pantangan tentang fotografi, dan jika ya, apa itu tabu. Kunci lain untuk sukses adalah peka terhadap adat budaya dan istiadat setempat serta reaksi berbeda yang mungkin orang miliki terhadap orang asing dan kamera.

Pelajari beberapa frasa sederhana dalam bahasa lokal sehingga Anda setidaknya bisa menyapa orang dan bertanya apakah Anda bisa memotretnya.

Beberapa orang tidak memiliki masalah dengan fotografi, perlakukan mereka dengan cara yang sama sopan, melibatkan mereka dan meminta izin mereka. Yang lain mungkin keberatan dengan foto yang dibuat dengan alasan agama. Beberapa merasa bahwa Anda ingin mengolok-olok mereka, dengan menunjukkan foto kemiskinan mereka atau aspek kesedihan lain dari kehidupan mereka kepada dunia.

Orang lain percaya bahwa foto akan mencuri jiwa mereka atau cara lain mengambil sesuatu dari mereka. Ya, semua itu benar. Fotografer berbicara tentang menangkap esensi atau semangat seseorang atau tempat. Kita memang mengambil sesuatu, dan kita diuntungkan dengan mengambilnya.

Selalu hormati perasaan dan kepercayaan orang lain. Bukan hanya karena tidak ingin dipukuli atau dijebloskan ke penjara. Tetapi poin utamanya adalah orang selalu lebih penting daripada foto. Dengan menyepelekan kepercayaan yang dipegang teguh foto-foto yang diambil pun mungkin tidak akan terlalu bagus.

Subjek Foto Yang Dikenal

Biasanya anggota keluarga adalah orang yang paling sering difoto. Untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting dan momen-momen spesial. Album penuh dengan foto bayi, langkah pertama, permainan legi, belajar bersepeda, kelulusan dan pernikahan menandai perjalanan waktu orang penting dalam keluarga.

Terapkan pemikiran dan teknik sama detailnya. Tidak ada kelompok yang lebih baik untuk jadi bahan latihan fotografi selain keluarga. Tidak ada orang lain yang akan begitu percaya atau mau memanjakan kamera Anda, bermain-main dengan lighting, dan menerima kesalahan Anda.

Potret Santai

Jika Anda memiliki sesi potret formal dengan seseorang, buatlah beberapa foto dirinya saat ia sedang melakukan adegan informal, saat ia meluruskan dasinya atau saat dia menyisir rambutnya sebelum melakukan foto resmi.

Ayah dan Anak, Credit : Szilvia Basso @szilviabasso
Ayah dan Anak, Credit : Szilvia Basso @szilviabasso

Saat bersama keluarga, bawalah selalu kamera Anda. Selalu waspada untuk momen ketika karakter seseorang bersinar. Saat berjalan ke mobil, ambil fotonya. Jika sedang berpiknik, cari momen bahagia saat istri Anda bersandar, puas untuk menikmati belaian matahari yang hangat. Atau saat anak-anak bercanda lepas.

Selalu waspada untuk saat-saat yang jitu. Setiap orang memiliki cerita, dan setiap foto/gambar harus menceritakan bagian dari cerita itu.

Potret Grup

Potret grup sulit dilakukan dengan baik, dan semakin besar grup, semakin sulit mengatur mereka. Tidak mudah mendapatkan foto yang bagus yang menceritakan satu orang, apalagi berkelompok.

Kita semua memiliki pengalaman mengambil foto keluarga. Bagaimana sulitnya mengatur semua orang dalam foto agar mendapat wajah terbaik mereka. Tidak ada mata tertutup, tidak ada yang meringis.

Membuat potret kelompok membutuhkan imajinasi, kesabaran, dan diplomasi. Ambil foto ekspresi saat mereka sedang menata diri, bercanda, sebelum foto formal/resmi-nya. Anda akan mendapatkan foto dengan ekpresi wajah yang sangat natural dan bagus.

Detail Tubuh Lainnya

Tangan seorang petani, seorang pianis, seorang tukang roti. Kaki penari balet, pelari jarak jauh, penendang tempat. Perut wanita hamil, bisep pengangkat berat. Rambut membelai bantal, jari-jari mencengkeram dalam doa, mata mengintip.

Tangan Penuh Makna, Credit : Zahra Amiri @zahraamiri_
Tangan Penuh Makna, Credit : Zahra Amiri @zahraamiri_

Detail tubuh manusia menjadi subjek fotografi yang sangat indah, baik sebagai ekspresi ide atau emosi, sebagai gambar grafis, atau sebagai cara untuk mengatakan sesuatu tentang seseorang.

Setiap kali Anda memotret seseorang, cobalah memikirkan detail tubuh atau pakaian mereka yang akan menyampaikan pesan Anda secara tidak langsung.

Adakah bagian tubuh atau benda tertentu dari pakaian yang mereka pakai yang penting untuk pekerjaan atau hobi mereka? Apakah sebagian dari mereka benar-benar menonjol?

Intinya adalah menggunakan imajinasi Anda, apakah Anda ingin menggunakan detail dan abstraksi untuk mengatakan sesuatu tentang seseorang atau tentang keindahan tubuh manusia.

Potret Lingkungan

Potret adalah tentang orang. Potret lingkungan adalah tentang orang dan apa yang mereka lakukan dengan kehidupan di lingkungan mereka. Bisa tentang jenis rumah tempat tinggal sekelompok orang dan bagaimana mereka menghiasinya. Atau tentang jenis pekerjaan apa yang mereka lakukan dan di mana mereka melakukannya.

Gang Indah di Colombia, Credit : Michael Barón @michaelbaronr
Gang Indah di Colombia, Credit : Michael Barón @michaelbaronr

Tentang lingkungan yang mereka pilih dan hal-hal yang mengelilingi mereka. Potret lingkungan berusaha untuk menyampaikan ide tentang seseorang dengan menggabungkan potret dengan rasa tempat.

Carilah keseimbangan antara subjek dan lingkungan dalam foto. Masukkan cukup obyek tambahan untuk membantu foto Anda, tetapi jangan terlalu banyak sehingga subjek hilang makna di dalamnya.

Referensi dari berbagai sumber salah satunya dari National Geographic.

Foto yang tampil disini diambil dari situs unsplash.com dan merupakan foto-foto yang bisa dipublikasikan dengan bebas dan gratis.