Panduan Fotografi #7 – Eksposur Pada Foto Landscape

Daftar Isi Panduan Fotografi

Kali ini kita akan mengangkat bahasan mengenai eksposure pada foto landscape atau foto pemandangan alam. Seri panduan fotografi dengan gambar infografis atau cheatsheet yang mudah dipahami, diambil dari berbagai sumber dan bermacam kategori.

Infografis fotografi ini menjadi hak cipta pembuatnya dan selalu kami sertakan sumber referensinya di bagian bawah. Akan diupdate secara bertahap setiap hari hingga lengkap semua. Semoga dengan infografis menarik ini bisa membuat belajar fotografi semakin mudah.

Menguasai Eksposur pada Fotografi Landscape

Apa itu eksposur ?

Dalam fotografi, eksposur atau paparan adalah jumlah cahaya per satuan luas yang mencapai film fotografi atau sensor gambar elektronik, sebagaimana ditentukan oleh kecepatan shutter, aperture/bukaan lensa dan pencahayaan. Eksposur diukur dalam detik lux, dan dapat dihitung dari nilai eksposur (EV) dan lingkungan pencahayaan pada suatu daerah tertentu.

Teknik untuk menentukan eksposur adalah metering atau mengukur tingkat eksposur. Bisa di artikel ini http://rumorkamera.com/catatan-kami/teknik-metering-fotografi-oleh-arbain-rambey.

Tips pertama adalah kuasai histogram agar mampu membaca eksposur dengan tepat. Histogram mampu menunjukkan tingkat eksposur apakah gelap, balance atau terlalu terang.

Histogram adalah representasi grafis dari piksel yang terekspos dalam foto. Sisi kiri dari grafik mewakili warna hitam atau shadow/bayangan, sisi kanan mewakili  area terang dan bagian tengah adalah mid-tone (18% abu-abu).

Langkah pertama melakukan eksposur foto pemandangan atau landscape adalah set ISO ke 100 dan shutter speed ke f/16. Ambil foto dengan mengusahakan agar penanda light-meter berada di tengah, abaikan kondisi langit dan cek hasilnya. Feeling memang cukup diperlukan untuk menilai, apakah terlalu gelap, sudah pas atau terlalu terang.

Jika terlalu gelap maka terangkan dengan mengurangi (memperlambat) shutter speed hingga 1 stop, sehingga penanda light-meter bergerak ke kanan. Dan ambil foto test berikutnya. Jika masih terlalu gelap maka ulangi lagi langkah ini.

Jika terlalu terang maka gelapkan dengan menambah (mempercepat) shutter speed hingga 1 stop, sehingga penanda light-meter bergerak ke kiri. Dan ambil foto test berikutnya. Jika masih terlalu terang maka ulangi lagi langkah ini.

Setelah dirasa foto OK, cek pada histogram seperti gambar di bawah. Tujuannya adalah mendapatkan histogram pas yang sesuai dengan kondisi foto, dan melakukan adjustment untuk mendapatkan eksposur yang tepat. Meski foto gelap atau terang memiliki histogram yang cenderung ke kiri atau ke kanan, tetapi jangan sampai ada yang clipped (terpotong).

Contoh foto yang cenderung gelap akan memiliki histogram yang sebagian besar akan memenuhi sebelah kiri grafik (pixel gelap/shadow jumlahnya banyak), tetapi tetap usahakan sisi tengah dan kanan histogram juga harus terisi meski dengan jumlah yang sedikit, jangan sampai terpotong. Ini akan membuat foto memiliki dynamic range yang luas dan tentu lebih kaya detail dan warna.

Menguasai Eksposure pada Fotografi Landscape

Menguasai Eksposure pada Fotografi Landscape

Source : www.techradar.com


Lazada Indonesia

3 Comments

  1. Pingback: Panduan Fotografi #8 - Menguasai Eksposur Pada Foto Langit

  2. Pingback: Panduan Fotografi #5 - Penjelasan Singkat dan Mudah Apa Itu F-Stop

  3. Pingback: Panduan Fotografi #1 - Inilah Cara Menggunakan Kamera Paling Dasar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *