CP+ Wawancara Panasonic: Panasonic Terus Mengembangkan Kemampuan Video dan Foto

Dari kiri ke kanan, Hidenari Nishikawa, Asistant Chief, Merchandising Group, Kohei Fukugawa, Supervisor, Software Design Group, Tetsuji Kamio, Staff Engineer, Image ENgineering Group, Emi Fujiwara, PR / Communication Group, Naoki Tanizawa, Manager, Communication Group, Michiharu Uematsu, Advisor, Merchandising Group. Image Credit : DPReview.com

Dpreview mempublikasikan wawancara Panasonic pada ajang CP+ dengan beberapa eksekutif Panasonic, mengkonfirmasi bahwa Panasonic fokus ke kedua pengembangan video dan foto stills. Berikut adalah rekap dan kesimpulan singkat yang bisa diambil dari wawancara tersebut.

Kamera Lumix GH5 dirancang untuk foto dan video, sementara Panasonic GH5S lebih khusus untuk video, dan G9 untuk foto. Dengan fokus spesialisasi ini Panasonic mampu meningkatkan kemampuan kamera tersebut secara lebih detail.

Pada departemen sistem auto fokus, Panasonic memutuskan akan tetap menggunakan sistem AF deteksi kontras dengan teknologi DFD (Depth from Defocus) ketika mereka mengembangkan GH4. Hal ini disebabkan karena sistem AF deteksi fase (PDAF) menurut mereka dapat merusak kualitas gambar. Jadi dapat dipastikan tidak ada rencana untuk mengadopsi PDAF. Panasonic akan tetap meningkatkan kecepatan kontras AF dengan DFD

Panasonic mungkin akan membuat kamera dengan lensa fixed bersensor besar di masa depan. Mungkin seabagai pengembangan dari kamera LX100.

Mereka menghabiskan 3 tahun terakhir untuk membangun kemampuan video mereka menjadi sangat solid, dan sekarang dengan Panasonic G9 mereka mulai membangun kemampuan foto stills. Meski dilakukan secara bertahap, Panasonic menghargai kemampuan video dan stills secara seimbang.

Detail interview bisa dibaca di DPReview.


Lazada Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *