Review Sony ZV-1F, Kamera Vlog Terjangkau Buat Content Creator

Review Sony ZV-1F, Kamera Vlog Terjangkau Buat Content Creator
Review Sony ZV-1F

Sony ZV-1F adalah kamera vlogging ringan yang dirancang khusus untuk kebutuhan vlogger, mengusung sensor Tipe 1″ (13,2×8,8mm) dan lensa fixed setara 20mm. Berikut adalah review Sony ZV-1F yang dilengkapi dengan mikrofon tiga bagian dan layar artikulasi penuh untuk memudahkan pembuatan video dari segala sudut/angle.

ZV-1F dirilis pada akhir Oktober 2022 dengan harga kompetitif $499 atau sekitar 8 juta rupiah, lebih murah $300 dari harga peluncuran awal untuk model yang lebih mahal yaitu Sony ZV-1.

Spesifikasi Kamera Sony ZV-1F

  • BSI CMOS resolusi 20MP tipe 1″, berukuran 13,2 mm x 8,8 mm.
  • Lensa focal length setara 20mm (equiv 7.6mm F2.0).
  • AF berbasis contract detect
  • Video subsampel kroma 8-bit 4:2:0.
  • Resolusi video 4K hingga 30fps
  • Resolusi 1080 hingga 120p

ZV-1F adalah kamera vlogging terbaru yang dirilis oleh perusahaan, menampilkan sensor Tipe 1 dan lensa fixed wide 20mm, bukan lensa zoom 24-70mm seperti pada ZV-1. Meskipun harganya lebih murah, ZV-1F masih menawarkan perekaman video 4K pada 30p, yang memanfaatkan lebar penuh sensornya.

Kombinasi lensa dan pembacaan sensor yang penuh, menghasilkan sudut pandang lebar yang sangat baik, bahkan dengan stabilisasi gambar digital diaktifkan (menghasilkan crop 1,23x dan menghasilkan bidang pandang setara kira-kira 25mm).

Kamera memiliki sensor 5.5K, memungkinkan zoom 1.5x dalam mode 4K karena kombinasi cropping dan teknologi upsampling ‘resolusi super’ milik Sony. Meskipun kamera ini menawarkan efek zoom 2x, tetap dibatasi hingga 1,4x saja karena aktualnya diambil dari area 4K dan ditingkatkan.

Sony ZV-1F menawarkan mode AF ‘Product Showcase’ Sony, memanfaatkan deteksi wajah yang akan fokus pada objek yang dekat dengan kamera. Sayangnya kamera ini tidak memiliki fitur AF deteksi fase pada sensor, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mengenali jarak.

Halaman produk : https://www.sony.co.id/en/electronics/cyber-shot-compact-cameras/zv-1f

Review Sony ZV-1F

Kemampuan Video

Kamera poket menjadi semakin tidak umum karena orang lebih memilih smartphone. Namun fotografer atau videografer antusias mungkin tetap akan memilih kamera lensa prime mungil dengan ultra lebar dengan sensor besar.

Kamera Sony ZV-1F tidak menawarkan kemampuan untuk menangkap file RAW, dan terbatas pada pengambilan gambar dalam format JPEG dan film. Selain itu juga tidak ada flash built-in atau hotshoe terintegrasi untuk memasang unit flash eksternal.

Di sisi lain, kamera memang menyediakan mode pemotretan PASM, yang memungkinkan pengguna mengendalikan sepenuhnya fotografi mereka dan membuat foto still.

ZV-1F membutuhkan pengorbanan yang rumit. Sebagai alternatif yang lebih ekonomis untuk ZV-1, fasilitas tertentu harus dikompromikan seperti tidak adanya Filter ND dan RAW, atau dikurangi seperti zoom range dan kinerja AF.

Masalahnya adalah, dengan pengurangan fitur untuk harga yang lebih murah, mengurani juga keuntungan menggunakan kamera khusus ini dibandingkan dengan smartphone modern dengan fitur yang hampur mirip.

Kualitas video ZV-1F untuk vlogging sepertinya bisa melampaui kamera selfie smartphone. Namun tidak ditemukan fitur yang sama seperti 4K/60P, pembacaan sensor yang lebih cepat, dan stabilisasi optik, yang biasanya ditampilkan di smartphone.

Keputusan untuk membeli ZV-1F sepertinya harus didasarkan pada sejauh mana layar putar dimanfaatkan untuk mencapai sudut kamera yang kreatif yang tidak ada di smartphone. ZV-1F akan menjadi pembelian yang bagus untuk mereka yang memanfaatkan layar artikulasi dan mode Product Showcase.

Penyertaan profil gambar profesional dan kemampuan merekam video log dari Sony membuat ZV-1F menjadi kamera pelengkap yang ideal bagi para pro. Kamera ini mampu menghasilkan footage yang dapat dengan mudah diintegrasikan dengan footage dari kamera Sony kelas atas.

Bagi mereka yang ingin terlibat dalam vlogging dan produksi video, Sony ZV-E10 atau ZV-1 mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada ZV-1F, karena keduanya menawarkan lebih banyak fitur dan kemampuan. Meskipun ZV-1F dapat menjadi pilihan yang masuk akal dalam situasi tertentu, berinvestasi sedikit lebih banyak pada ZV-E10 atau ZV-1 mungkin merupakan taruhan terbaik Anda.

Pertimbangan dalam memilik kamera untuk vlog : https://rumorkamera.com/review-kamera/kamera-untuk-vlog-2020-dan-cara-memilih-yang-terbaik/

Kemampuan Fotografi Still

ZV-1F meskipun ini mungkin bukan perangkat yang ideal untuk fotografi still, tetapi tidak menghalangi untuk digunakan untuk tujuan tersebut.

Sistem AF cukup mengesankan dalam kecepatan dan efisiensinya, bahkan tanpa phase detect, berkat kombinasi ukuran sensor yang lebih besar dan lensa yang lebih terang untuk rata-rata kamera saku atau smartphone.

Kualitas gambar fotonya cukup memuaskan, namun tanpa fitur canggih dari smartphone papan atas yang sudah ditinatkan dengan AI, kamera ini mungkin tidak memberikan peningkatan value dibandingkan dengan perangkat seperti iPhone, Pixel, atau Galaxy.

ZV-1F dengan hanya satu tombol kontrol yang rumit di bagian belakang, tidak bisa memberikan lebih dari pengalaman ponsel berbasis layar sentuh. Tergantung preferensi memang.

Mengingat lensa fixed, rocker zoom yang terletak di bagian depan perangkat tidak menawarkan banyak penggunaan praktis, seringkali membuat merasa canggung saat mencoba menggunakannya.

Penting untuk diketahui bahwa, meskipun kamera saku, sensor besar, dan ultra lebar seharga $500 mungkin tampak menarik, dari sisi fotografi diam, kamera ini mungkin tidak menawarkan kualitas yang sama dengan Ricoh GR setara 20mm.

Gallery

Summary Review Sony ZV-1F

Kelebihan

  • Lensa prime ultrawide yang tajam
  • Antarmuka intuitif dengan menu Sony terbaru
  • Bodi Sangat kompak
  • Mode ‘Product Showcase’ berfungsi dengan baik
  • Mikrofon internal yang bagus, dengan jack mikrofon untuk memperluas pilihan Anda
  • Adapter filter untuk penggunaan ND filter atau lainnya

Kekurangan

  • Pembacaan sensor lambat mengarah ke artefak rolling shutter (jello)
  • CDAF agak bergetar saat merekam video
  • Tidak ada RAW untuk foto
  • Tombol kontrol kurang banyak untuk pengaturan manual
  • Tidak ada jack headphone
  • Tidak ada stabilisasi optik

Kamera Sony ZV-1F adalah kamera yang dirancang khusus untuk vlogger dan pembuat konten, menawarkan lensa bagus setara 20mm, mikrofon berkualitas tinggi dengan wind shield yang dapat dilepas, dan mode ‘showcase produk’ Sony untuk memfasilitasi demonstrasi produk.

Fotografer yang tertarik dengan kamera ini harus menyadari bahwa ZV-1F tidak menawarkan kemampuan untuk menangkap gambar RAW, sehingga produk alternatif mungkin lebih disukai. Kamera saku dengan lensa sudut lebar ini juga cocok untuk perjalanan atau penggunaan di street.

A writer and photographer with a passion for technology, astronomy, and virtual reality. Skilled in multiple programming languages, specializing in software architecture.
Bhakti Utama

Leave a Reply

%d bloggers like this: