Teknik Fotografi Penjelasan Mengenai DOF (Depth Of Field) – Bagian 2

Contoh Penggunaan Depth Of Field

Ini adalah bagian kedua dari teknik fotografi penjelasan mengenai DOF yang sudah diposting beberapa waktu lalu. Setelah mempelajari teknik-nya, kali ini akan dijelaskan contoh-contoh studi kasus penggunaan DOF.

1. Semua Bagian Foto Tajam

Untuk foto jenis landscape, arsitektur, interior dan travel/perjalanan biasanya perlu dijaga agar semua bagian tampak tajam. Menggunakan lensa wide-angle yang disetting ke aperture kecil akan memberikan efek DOF yang luas, kira-kira tajam dari jarak satu meter sampai tak terhingga. Tetapi akan ada kondisi dimana obyek latar depan (seperti bunga misalnya) lebih dekat dari jarak 1 meter tersebut. Sehingga perlu menggunakan teknik yang disebut fokus hyperfocal yang bisa meningkatkan depth-of-field.

Semua bagian foto tajam, Image Credit : Flickr Labeled for Reused

Semua bagian foto tajam, Image Credit : Flickr Labeled for Reused

Sebagai aturan dasar, tingkat ketajaman latar belakang 2x lebih banyak dari subjek di depannya. Jadi jika Anda memotret subjek yang jauh seperti pemandangan dan fokus pada tak terhingga (infinity), maka Anda akan membuang banyak ruang ketajaman DOF.

Dengan mengarahkan fokus lebih dekat, akan memperluas ruang ketajaman di depan lebih dekat ke kamera, dengan tetap memastikan bahwa daerah fokus tak terhingga (infinity) jatuh dalam bidang depth-of-field di belakang titik fokus sebenarnya.

Aperture kecil digunakan untuk memastikan latar depan sama tajamnya dengan background di kejauhan. Kita bisa memperkirakan jarak fokus hyperfocal, tapi jauh lebih mudah jika lensa yang digunakan memiliki skala depth-of-field. Meski saat ini banyak produsen lensa yang tidak lagi menyertakan skala DOF tersebut.

Jika terdapat skala pada lensa, cukup setting tanda infinity terhadap tanda aperture ditetapkan sehingga mendapatkan DOF terlebar. Saat membidik meskipun gambar dalam viewfinder terlihat out-of-focus, tetapi hasil akhir foto akan tajam di seluruh bagian.

Area DOF adalah sekitar 1m s/d tak terhingga, Image Credit : ephotozine.com

Area DOF adalah sekitar 1m s/d tak terhingga, Image Credit : ephotozine.com

Area DOF dimaksimalkan sekitar 0.6m s/d tak terhingga, Image Credit : ephotozine.com

Area DOF dimaksimalkan sekitar 0.6m s/d tak terhingga, Image Credit : ephotozine.com

 

2. POI Tajam Dengan Latar Belakang Benar-Benar Blur

Background blur tak dikenali, Image Credit : Wikimedia Labeled for Reused

Background blur tak dikenali, Image Credit : Wikimedia Labeled for Reused

Ada kondisi di mana kita ingin agar POI (Point of Interest) atau subyek foto tampil keluar menonjol dibandingkan dengan latar belakang yang blur. Biasanya yang populer adalah untuk memfoto Portrait dimana penekanannya adalah pada benda atau orang, bukan lokasi. Contoh di atas adalah foto yang fokus pada benda dengan latar belakang yang tidak penting untuk diketahui ada dimana.

Yang kita butuhkan di sini adalah menggunakan sebuah lensa tele di aperture terlebar. Kalau bisa POI atau subyek terletak sejauh mungkin dari latar belakang. Yang perlu diperhatikan adalah meskipun fokus akurat, tetapi sebagai bidang ketajaman DOF sangat sempit sehingga bisa tidak fokus pada bagian yang tidak diinginkan.

3. Obyek Utama Tajam, Latar Belakang Blur Bisa Dikenali

Background blur masih bisa dikenali, Image Credit : The Verge Labeled for Reused

Background blur masih bisa dikenali, Image Credit : The Verge Labeled for Reused

Kadang-kadang membuang latar belakang benar-benar out-of-focus atau blur terlalu berlebihan. Misal kita tetap ingin menunjukkan subjek / POI berada dalam lingkungan alam, tetapi dengan latar belakang yang soft agar POI tetap terisolasi dan tidak bersaing mendapatkan perhatian.

Contoh misal seseorang di pantai, hewan di kebun binatang atau bunga di taman seperti foto di atas. Biasanya menggunakan lensa standar tele pendek, misal 50mm hingga 135mm sudah sangat ideal – terutama jika itu digabungkan dengan berbagai aperture tengah sekitar f/8.

4. Zona Ketajaman Sangat Terbatas

Jika ingin kondisi ekstrim dimana fokus hanya sangat tajam dibagian tertentu, misal potret seseorang dengan hanya fokus pada mata dan bahkan telinga atau ujung hidung pun blur. Di sini, sekali lagi, skala depth-of-field pada lensa sangat membantu.

Contoh yang sering dilakukan oleh para fotografer adalah foto bunga yang hanya benar-benar membatasi ruang ketajaman DOF pada benang sari dan membuat latar depan dan latar belakang kelopak benar-benar lembut. Foto pertama di artikel ini juga salah satu contoh dimana fokus hanya pada 1 baris kalimat saja dalam puluhan baris kalimat.

Ringkasan Penjelasan Mengenai DOF

Demikian artikel ini semoga bermanfaat. Terkahir secara keseluruhan, penggunaan praktis depth-of-field (DOF) dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Untuk memaksimalkan ruang ketajaman / DOF gunakan lensa wide-angle dengan setting pada aperture kecil dan menjauh dari POI atau subjek foto.
  • Untuk meminimalkan ruang ketajaman / DOF gunakan lensa tele dengan mengatur aperture besar dan dekati subjek atau POI foto.

Bagian Pertama : http://rumorkamera.com/catatan-kami/teknik-fotografi-penjelasan-mengenali-dof-depth-field
Source : http://www.ephotozine.com/article/depth-of-field-explained-4631


Lazada Indonesia

1 Comment

  1. Pingback: Teknik Fotografi Penjelasan Mengenai DOF (Depth Of Field) - Bagian 1

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *